Masalah Gizi Pada Karyawan

Advertisement

Masalah Gizi Pada Karyawan

Gizi Karyawan 150x150 Masalah Gizi Pada Karyawan

Hasil survei menunjukkan bahwa Human Development Index (HDI) bangsa Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga kita yang lain seperti Jepang dan Malaysia. Penelitian juga mengatakan bahwa penyebab utamanya adalah tingkat kesehatan bangsa Indonesia yang rendah termasuk masih banyak dijumpai kasus kurang gizi. Berbagai penelitian gizi di lingkungan tenaga kerja menjelaskan bahwa pada angkatan kerja Indonesia masih banyak ditemui masalah gizi berupa KEP (kurang energi protein), AGB (anemia gizi besi), KVA (kurang vitamin A), dan obesitas. Selain itu, masih banyak ditemui tenaga kerja yang menderita kekurangan vitamin B1 dan kalsium.

Dari berbagai penelitian gizi di lingkungan tenaga kerja, terdapat data bahwa 30—40% tenaga kerja di sektor perkebunan menderita KEP dan AGB serta 66% tenaga kerja di perusaan mengalami KVA. Selain itu, penelitian Mulyani tahun 2007 menyebutkan bahwa pekerja industri  tekstil menunjukkan 75% asupan energinya di bawah 80% kecukupan gizi yang seharusnya dan asupan protein di bawah 56% dari seharusnya. Keadaan ini menandakan adanya masalah KEP pada pekerja. Penelitian di beberapa industri di Tangerang, Jakarta, dan Depok menunjukkan adanya anemia pada pekerja perempuan dengan besaran berkisar 24—42% dan 18—30% pada pekerja pria. Penelitian Bardosono dan Amri tahun 2009 di salah satu pabrik di daerah Pulo Gadung Jakarta menemukan bahwa 36,4% pekerja memiliki status gizi lebih, 8,3% gizi kurang, dan 17,7% memiliki lingkar perut yang berisiko obesitas sentral, serta 32,3% menunjukkan gejala anemia subjektif.

Pada kebiasaan makan mereka disimpulkan 84,4% memiliki komposisi makan harian yang tidak seimbang. Munculnya masalah gizi pada karyawan disebabkan oleh berbagai hal. Di antaranya penyebab langsung karena kurangnya asupan energi dan zat gizi tertentu yang disebabkan oleh pola makan yang tidak seimbang dan melewatkan waktu sarapan atau makan siang. Penyebab lainnya adalah penyebab tidak langsung seperti adanya gangguan penyerapan makanan, penyakit infeksi dan parasit, faktor stres yang muncul di lingkungan tempat bekerja, misalnya panas, polusi, atau tidak tersedianya waktu istirahat yang cukup, serta tidak tersedianya pelayanan kesehatan yang memadai.

Artikel Di Lansir Dari www.penebar-swadaya.net

semoga bermanfaat untuk pengunjung okejos.com

728x90 180613 1stcampaign MOBILE AND TABLETS Masalah Gizi Pada Karyawan

artikel ini di akses dengan kata kunci :

contoh fish bone masalah gizi,jual celana muaythai twins,lowongan kerja sma kolose debritto
Advertisement